Kerangka Kerja Konseptual yang Mendasari Akuntansi Keuangan | Kerozzi

Kerangka Kerja Konseptual yang Mendasari Akuntansi Keuangan

Materi Akuntansi menengah 1 yang berjudul Kerangka Kerja Konseptual yang Mendasari Akuntansi Keuangan berisi beberapa sub pokok bahasan yang membahas kebutuhan kerangka kerja konseptual, tujuan pelaporan keuangan, asumsi –asumsi dasar akuntansi dan prinsip-prinsip dasar akuntansi. Simak terus makalah dari Kerozzi berikut ini dan jika ingin menjadikannya sebagai referensi, Kamu bisa download pada akhir artikel ini.
 

Kerangka Kerja Konseptual yang Mendasari

Akuntansi Keuangan

Kerangka Kerja Konseptual yang Mendasari Akuntansi Keuangan
Disusun Oleh:
Kelompok 2
1. Nur Mazidah (122010300006)
 
Universitas Muhammadiah Sidoarjo
Ekonomi Akuntansi 3SA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLah SWT. Karena atas Limpahan Rahmat serta HidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Akuntansi Keuangan menengah dengan baik. Dan tak Lupa sholawat ma’asSalam semoga tetap terlimpahkan pada junjungan kita Nabi Besar MUHAMMAD SAW, karena Beliaulah Suri tauladan bagi setiap langkah kita.
Makalah yang disusun ini berhasil menguraikan tentang “ kerangka kerja konseptual yang mendasari akuntansi keuangan”. Hal ini bertujuan agar kita dapat memahami beberapa pengertian dalam teori tersebut .
Terselesaikannya makalah ini, tentu berkat bimbingan dari Bapak Heri selaku dosen pembimbing kami agar makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Kiranya makalah yang kami susun ini dapat membawa manfaat dan menunjang bagi proses pembelajaran khususnya pada mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah . Terlepas dari keyakinan kami akan kesempurnaan makalah ini, kami tetap menanti segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari rekan – rekan dan juga dosen pembimbing.
Sidoarjo , 24 september 2013
Penyusun
 
Daftar isi
Halaman judul ……………………………………………………………………………………………………..
Kata Pengantar ……………………………………….……………….……………………………………………
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………..
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………………………………………………….……………………………………
1.2 Tujuan ………………………………………………………………………….………………
1.3 Rumusan Masalah ………………………………………………………………………………............
BAB II : PEMBAHASAN
2.1 Kerangka Kerja Konseptual …………………………………………….…………………………………
2.2 Tujuan dasar laporan Keuangan ……………………………………………………………………
2.3 Konsep Fundamental …………………………………………………………………………………………..
2.4 Konsep pengakuan dan Pengukuran ……………………………………………………………………
BAB III: PENUTUP
3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………………….
 
BAB 1
PENDAHULUAN
 
1.1 Latar Belakang
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) merupakan suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berkaitan, hal ini menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas-batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
 
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui kebutuhan kerangka kerja konseptual
2. Untuk mengetahui tujuan pelaporan keuangan
3. Untuk mengetahui asumsi –asumsi dasar akuntansi
4. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dasar akuntansi
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kerangka kerja konseptual?
2. Apa tujuan dasar dari laporan keuangan?
3. Bagaimana konsep-konsep fundamental?
4. Bagaimana konsep –konsep pengakuan dan Pengukuran?
 
BAB 2
PEMBAHASAN
 
2.1 Kerangka Kerja Konseptual
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) merupakan suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berkaitan,sebagai landasan bagi penetapan standar yang konsisten.
Kerangka kerja konseptual yang baik berlandaskan dan berhubungan dengan serangkaian konsep serta tujuan fundamental. Hal ini akan memungkinkan Financial Accounting Standards Board (FASB) menerbitkan standar-standar yang lebih baik dan konsisten dari waktu ke waktu.
sehingga masalah-masalah praktis yang baru akan dapat dipecahkan secara cepat jika mengacu pada kerangka teori dasar yang telah ada.
Pada perkembangannya, FASB pada tahun 1976 telah mengembangkan kerangka kerja konseptual yang menjadi dasar bagi penetapan standar akuntansi dan pemecahan kontroversi pelaporan keuangan. Sejak saat itu, FASB telah menerbitkan enam Statements of Financial Accounting Concepts (SFAC) yang berhubungan dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:
 
1. SFAC No. 1, “Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises,” yang berisi tentang tujuan dan sasaran akuntansi.
2. SFAC No. 2, “ Qualitative Characteristic of Accounting Information,” yang menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat.
3. SFAC No. 3, “Elements of Financial Statements of Business Enterprises,” yang memberikan definisi dan pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan, seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban.
4. SFAC No. 5, “Recognition and Measurement in Financial Statements of Business Enterprises” yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental serta pedoman tentang informasi apa yang biasanya harus dimasukkan dalam laporan keuangan dan kapan waktunya.
5. SFAC No. 6 “ Element of financial statement” yang menggantikan dan memperluas lingkup SFAC no.3 dengan memasukkan anggota nirlaba. Dalam SFAC ini dijelaskan terdapat 10 macam element dalam laporan keuangan yaitu:
 
a. Aset (assets) adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa datang yang diperoleh oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi atau peristiwa masa lalu.
b. Utang (liabitilies) adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang berasal dari kewajiban sekarang untuk mentrasfer aset atau menyerahkan jasa pada entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu.
c. Ekuitas (equity) adalah hak sisa (residual interest) atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan utang.
d. Investasi oleh pemilik (investment by owners) adalah kenaikan aset neto suatu perusahaan yang berasal dari transfer entitas lain ke perusahaan tersebut atas sesuatu yang bernilai untuk meningkatkan hak kepemilikan (atau ekuitas) dalam perusahaan tersebut.
e. Distribusi pada pemilik (distribution to owners) adalah penurunan aset neto suatu perusahaan yang berasal dari transfer aset, penyerahan jasa, atau penambahan utang oleh perusahaan kepada pemilik.
f. Laba komprehensif (comprehensive income) adalah perubahan ekuitas (aset neto) suatu entitas selama satu periode yang berasal dari transaksi dari sumber yang bukan berasal dari pemilik.
g. Pendapatan (revenue) adalah aliran masuk kenaikan aset suatu entitas atau penurunan utang suatu entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu periode, yang berasal dari pengiriman atau produksi barang, penyerahan jasa, atau pelaksanaan kegiatan lainnya, yang merupakan kegiatan utama perusahaan secara terus menerus.
h. Biaya (expenses) adalah aliran keluar atau pemakaian aset suatu entitas, atau penambahan utang suatu entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu periode, yang berasal dari pengiriman atau produksi barang, penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan secara terus menerus.
i. Keuntungan (gains) adalah kenaikan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu entitas dan berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas dalam satu perioda diluar transaksi yang berasal dari pendapatan dan investasi oleh pemilik.
j. Kerugian (losses) adalah penurunan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu entitas dan berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas dalam satu perioda diluar transaksi yang berasal dari biaya dan distribusi pada pemilik. 

 
6. SFAC No. 7, “Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurements,” yang memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar pengukuran.
 
2.2 Tujuan Dasar
Sesuai dengan isi dari SFAC no.1 maka dapat diketahui tujuan dasar dari pelaporan keuangan (objectives of financial reporting) yaitu:
1. untuk menyediakan informasi bagi mereka yang memiliki pemahaman tentang aktivitas bisnis dan ekonomi dalam pembuatan keputusan investasi serta kredit
2. untuk membantu investor, kreditor, serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan
3. untuk menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan perubahan di dalamnya.
Tujuan (objectives) diatas lebih banyak berfokus pada informasi yang berguna bagi para investor dan kreditor dalam membuat suatu keputusan. seperti yang sudah dijelaskan di SMA Xaverius 1 Sekolah Terbaik di Palembang, Hal tersebut berfokus pada laporan keuangan yang menyediakan informasi yang berguna untuk menilai prospek arus kas yang menjadi harapan investor dan kreditor. Pendekatan ini dikenal sebagai kegunaan keputusan (decision usefulness).
 
2.3 Konsep-Konsep Fundamental
Dalam pelaksanaan dari tujuan – tujuan dasar suatu pelaporan keuangan maka diperlukan konsep-konsep yang bersifat fundamental agar kualitas dari informasi pelaporan keuangan dapat berguna untuk pengambilan keputusan. Sedikitnya terdapat 4 karakteristik yang menjadi ciri khas dari laporan keuangan yaitu:
1. Dapat dipahami
Informasi yang berkualitas ialah informasi yang dengan mudah dapat dipahami oleh pemakai.
2. Relevan
Informasi dinyatakan relevan apabila informasi tersebut dapat berguna untuk mengevaluasi peristiwa masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang.
3. Keandalan
Informasi dianggap andal apabila bebas dari pengertian yang menyesatkan, misalnya kesalahan material. Andal juga berarti jujur dan sewajarnya dalam pelaporan yang disajikan
4. Dapat dibandingkan
Informasi yang baik dapat digunakan oleh pemakainya dalam membandingkan laporan keuangan antar periode untuk mengidentifikasi posisi dan kinerja keuangan.
 
2.4 konsep Pengakuan dan Pengukuran
Dalam tingkatan konsep kerangka kerja konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk mengimplementasikan tujuan dasar dari tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui, diukur, dan dilaporkan oleh perusahaan.
 
Asumsi – asumsi dasar:
1. Asumsi Entitas Ekonomi
Mengandung arti bahwa aktivitas ekonomi dapat diidentifikasi dengan unit pertanggungjawaban tertentu.
2. Asumsi Kelangsungan Hidup
Sebagian besar metode akuntansi didasarkan atas asumsi kelangsungan hidup (going concern assumption) yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang panjang.
3. Asumsi Unit Monete
Mengandung arti bahwa uang adalah denominator umum dari aktivitas ekonomi dan merupakan dasar yang tepat bagi pengukuran dan analisis akuntansi.
4. Asumsi Periodisitas
Menyiratkan bahwa aktivitas ekonomi sebuah perusahaan dapat dipisahkan ke dalam periode waktu artifisial. Periode waktu ini bervariasi, tetapi yang paling umum adalah secara bulanan, kuartalan, dan tahunan.
 
Prinsip-prinsip dasar akuntansi:
1. Prinsip Biaya Historis
GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisisi. Hal ini seringkali disebut dengan prinsip biaya historis (historical cost principle). Biaya (cost) memiliki keunggulan yang penting dibandingkan penilaian yang lainnya: yaitu, dapat diandalkan.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan
Pendapatan dikatakan telah direalisasi (realized) jika produk (barang dan jasa), barang dagang, atau aktiva lainnya telah dipertukarkan dengan kas atau klaim atas kas.
3. Prinsip Penandingan
Menyatakan usaha (beban) ditandingkan dengan pencapaian (pendapatan) sepanjang hal ini rasional dan dapat diterapkan.
4. Prinsip Pengungkapan Penuh
Mengakui bahwa sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan mencerminkan serangkaian trade-off penilaian. Trade-off ini terjadi antara (1) kebutuhan untuk mengungkapkan secara cukup terinci hal-hal yang akan mempengaruhi keputusan pemakai, dengan (2) kebutuhan untuk memadatkan penyajian agar informasi dapat dipahami. 

Daftar Pustaka
keiso. Akuntansi intermediate. Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan
www.google.com
Baridwan Zaki.Intermediate Accounting.yogyakarta.2008
 
Ingin menjadikan Artikel ini sebagai referensi makalah Kamu?? Download disini

Sekian artikel kali ini dari saya yang membahas Kerangka Kerja Konseptual yang Mendasari Akuntansi Keuangan. dengan artikel / makalah dari saya, semoga membantu memberikan warna yang berbeda sehingga mampu menambah inisiatif kamu. terima kasih.
Share this article :

3 comments:

  1. Maaf komentar di luar topik.
    Rupanya, si admin master seo juga ya.
    Jadi ingat masa awal ngeblog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa aja agan ini,
      Makasi ya, master seperti kangandre menyempatkan membaca artikel kuliah ini.

      Delete
  2. Bagus.. trimakasih mbk zida :)
    membantu banget

    ReplyDelete

Jika ingin bergabung dengan Kerozzi , silakan klik tombol Follow This Kerozzi's Blog

Iklan Kami


supplier Jam tangan murah ziendi shop
 
Support : Google
Copyright © 2013. Kerozzi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger